Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri


Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri
Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri


Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri

Siti Muthmainah, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Kota Batu, Malang, Jawa Timur, mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) pasca mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos) PKH dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 


Menekuni praktik kewirausahaan dengan melakoni usaha mandiri berjualan bunga hias sejak tujuh tahun lalu (red: 2014), perekonomian keluarga Muthmainah lambat laun meningkat.


"Alhamdulillah, melalui usaha berjualan bunga yang saya tekuni, sekarang secara ekonomi keluarga sudah mampu,” kata Siti saat dikunjungi Pendamping PKH Kota Batu, Moch. Ferry Cahyono. 

Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri

Usaha
Ferry mengatakan salah satu peran edukasi yang diberikan Pendamping PKH yaitu dengan melakukan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) setiap bulan. 


Dalam tiap pertemuan itu, KPM diberikan materi pengetahuan melalui berbagai modul antara lain Pendidikan dan Pengasuhan Anak di Rumah, Perlindungan Anak, Kesehatan dan Gizi, Ekonomi dan Perencanaan Usaha, maupun Kesejahteraan Sosial, yang diberikan secara berkelanjutan. 

Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri

Usaha
“Inilah yang kami bekali pada KPM bahwa perubahan pola pikir dan perilaku bisa direncanakan sehingga mereka tidak hanya sekedar menerima bansos saja, namun ada pembinaan, pemberdayaan, konseling, pengaduan masalah dan semacamnya,” terang Ferry. 


Menurut Ferry, kunci sukses graduasi ini juga tidak lepas dari upaya sinergi antara Pendamping PKH dengan perangkat desa setempat. “Dukungan ini sangat penting karena yang akan graduasi adalah warga mereka,” tambahnya. 

Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri

Usaha

Siti Muthmainah menjual beragam jenis bunga, mulai dari Walisongo, Tree Color, Bunga Gantung, Janda Bolong, Monstera, Keladi, sampai Aglonema, dan bunga hias lainnya di sebuah lapak yang ia sewa tidak jauh dari tempat tinggalnya. 


Ia menceritakan usaha bunga, yang lantas diberi nama ‘Dahlia Florist’ itu, dirintis berbekal kemauan dan keinginan berubah lebih baik bersama suami. Ibu dua anak tersebut mulai berjualan bunga pada 2014 dengan skala terbatas. 


“Sebenarnya, masih ada kendala saat itu, misalnya modal terbatas atau bahkan omzet penjualan naik turun,” ujar Siti yang resmi graduasi mandiri beberapa waktu yang lalu. 


Meski begitu, lanjutnya, ia tidak patah semangat. Dari minggu ke minggu, di samping pelanggan semakin bertambah, omzet penjualan juga terus meningkat. 


“Selama sebulan, penjualan bunga dilakukan empat kali. Awalnya, hanya di Kota Malang dan Kabupaten Malang saja. Lambat laun, mulai meluas ke Surabaya, Gresik dan Lamongan,” katanya. 

Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri

Usaha

Tujuh tahun sudah Siti menekuni usahanya. Kini, ia juga telah graduasi dari PKH. Meski begitu, ia masih memiliki harapan-harapan untuk diwujudkan. 


“Harapan ke depan, saya ingin memiliki lahan sendiri, usaha tambah berkah dan lancar, pekerja yang membantunya bertambah sehingga bisa membuka lapangan kerja baru,” harap dia. 

Penulis :

Moch. Ferry Cahyono (Pendamping PKH Kota Batu)

Editor :

Alif Mufida Ulya; Intan Qonita N


6 comments for "Usaha : Bunga Hias, Antarkan KPM PKH Graduasi Mandiri"

  1. Alhamdulillah ya mas, di masa pandemi gini masih bisa terus tumbuh dengan berwirausaha bibit bunga dan tanaman hias. Semoga sukses dan lancar untuk bisnisnya ya mas. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah rezekinya Ibu Muthmainah berkah, sudah bisa mandiri dan tidak bergantung lagi dengan bansos PKH. Bisnis bunga hias atau lainnya juga cukup menjanjikan saat ini. Pasalnya banyak orang yang punya hobi bercocok tanam saat pandemi. Ternyata pandemi juga bisa membawa berkah...

    ReplyDelete
  3. Siti Muthmainah ini sosok warga yang perlu diacungi jempol karena berani melepas manfaat PKH setelah merasa lebih mapan dengan usahanya. Ia sosok yang berkembang dan peka terhadap lingkungannya.

    Semoga disusul penerima yang lain, karena keberhasilan program ini bukan pada banyaknya penerima tapi banyaknya yang berhasil mentas seperti Siti Muthmainah ini

    ReplyDelete
  4. Salut dengan bu Muthmainnah yg melepas dana PKH karena merasa sudah mampu. Hal ini bisa jd contoh untuk peserta PKH lain yg sudah mampu tp tetap terima PKH

    ReplyDelete
  5. Ibu Muthmainah menurut saya seorang wirausaha yang patut diteladani karena berani mundur dan melepas dana PKH setelah merasa mampu berdiri sendiri. Semoga peserta lainnya mengikuti jejak ibu

    ReplyDelete
  6. Gardening emang lagi happening. Hehehe. Selamat untuk Mba Siti Muthmainah yang sukses memanfaatkan momen selama pandemi ini dengan menjual beragam jenis bunga hias. Beliau layak didukung usahanya demi mencapai harapan ke depannya untuk meningkatkan performa usaha.

    ReplyDelete